Infrastruktur TMMD Langkat Dikebut: Jalur Tani Rampung Dua Hari Lagi, Saluran Irigasi Mulai Dialiri Air
ZTV - Proyek peningkatan infrastruktur yang digarap oleh Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,memasuki babak akhir.
Pekerjaan pelebaran dan pengerasan badan jalan tani sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter tersebut dipastikan bakal rampung dalam dua hari ke depan.
"Hari ini personel Satgas melanjutkan sisa pelebaran jalan antar-dusun. Kami optimistis dua hari lagi seluruh pekerjaan badan jalan ini selesai seratus persen," ujar Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat, Letkol Inf Medwin Sangkakala, saat meninjau lokasi, Senin, 18 Mei 2026.
Proyek fisik utama ini dirancang untuk mendongkrak konektivitas sekaligus membuka isolasi geografis di Desa Pasar Rawa.
Tak hanya berfokus pada pengerasan jalan, Satgas TMMD juga melakukan intervensi menyeluruh pada sektor agraria dengan membangun jembatan penghubung baru serta melakukan normalisasi dan perbaikan total saluran irigasi persawahan yang selama ini tersumbat sedimentasi lumpur.
Selama hampir sebulan penuh, para prajurit TNI, Polri, bersama dinas terkait dari Pemerintah Kabupaten Langkat dan masyarakat setempat berjibaku di lapangan.
Mereka harus menghadapi tantangan medan pesisir yang labil, material lumpur pekat, hingga cuaca ekstrem yang tak menentu demi mengembalikan fungsi saluran air ke ratusan hektare sawah petani.
Menurut Medwin, program lintas sektoral ini bukan sekadar urusan menggelar batu atau meratakan tanah.
Proyek ini merupakan bagian dari akselerasi pembangunan daerah tertinggal yang melibatkan semangat gotong royong warga desa.
Pembenahan saluran irigasi ini krusial untuk memastikan pasokan air tawar mengalir lancar dan merata ke petak sawah, sekaligus membentengi lahan pertanian dari ancaman intrusi air asin pesisir.
“Kami berjuang bukan hanya dengan tenaga, tetapi juga dengan jiwa yang tulus. Setiap usaha di lapangan adalah doa agar jalan yang kami bangun dan saluran irigasi yang kami normalisasi menjadi jembatan bagi mimpi serta kesejahteraan para petani yang menggantungkan hidup dari tanah ini,” kata Letkol Medwin menambahkan.
Saat ini, meski masih menyisakan beberapa titik penyelesaian akhir (finishing), jalur ekonomi sepanjang 1,5 kilometer tersebut sebenarnya sudah mulai bisa dilalui dan dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk mengangkut hasil bumi.
Keberadaan jalur darat yang layak dikombinasikan dengan fungsi pengairan pengisi lumbung padi yang kembali optimal diproyeksikan mampu memangkas ongkos logistik dan meningkatkan frekuensi panen berkali-kali lipat.(Red)