Di Tengah Bencana Besar, Personel Polres Aceh Tengah Tetap Siaga Utamakan Tugas Meski Keluarga Terdampak
Takengon.ZTV – Bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak Rabu (27/11/2025) tidak hanya menimpa masyarakat, tetapi juga berdampak pada rumah dan keluarga sejumlah personel Polres Aceh Tengah.
Meski menghadapi kondisi berat, para anggota Polri tetap memilih berada di garis depan untuk melayani, membantu, dan melindungi masyarakat yang terdampak bencana.
Sejumlah rumah personel dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat akibat luapan air dan material longsor. Namun demikian, para anggota tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, bahkan harus meninggalkan keluarga mereka yang juga menjadi korban bencana demi memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi para anggotanya.
“Ini adalah bukti nyata pengabdian Polri. Di saat keluarga mereka sendiri mengalami musibah, para personel tetap menempatkan tugas dan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas. Ini bukan hal mudah, dan saya sangat mengapresiasi ketulusan serta kehadiran personel dalam tanggap bencana ini,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Polri sangat dibutuhkan dalam situasi darurat, mulai dari proses evakuasi, pembersihan rumah warga, masjid, sekolah, dan fasilitas umum yang terdampak banjir dan longsor pasca bencana, distribusi logistik, pengamanan lokasi rawan, hingga memastikan pelayanan publik tetap berjalan lancar.
Kapolres menambahkan bahwa Polres Aceh Tengah juga memberikan dukungan penuh kepada anggota yang terdampak bencana. Dukungan moril dan tali asih telah disalurkan langsung kepada personel yang rumahnya mengalami kerusakan.
“Polres Aceh Tengah terus hadir di tengah masyarakat—membantu penanganan bencana, menyalurkan bantuan kemanusiaan dari pemerintah pusat, Kapolri, TNI–Polri, serta berbagai pihak lainnya. Kami juga memberikan layanan kesehatan, pengobatan, dan vitamin di posko pengungsian, serta melakukan pengamanan dan pengawalan distribusi bantuan hingga ke pelosok desa,” jelasnya.
Hingga Sabtu (6/12/2025), tercatat 22 orang meninggal dunia, 24 orang masih hilang, ratusan rumah rusak, serta ratusan hektare sawah dan kebun terdampak. Persediaan BBM di SPBU Pertashope maupun pengecer juga habis.
Akses penghubung antar kabupaten seperti Takengon–Bireuen, Takengon–Gayo Lues, dan Takengon–Nagan Raya turut terputus. Sejumlah kecamatan dan desa masih terisolir akibat longsor dan jembatan putus, sehingga sebagian bantuan harus dikirim melalui jalur udara agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami akan terus siaga dan hadir mendampingi masyarakat sampai keadaan benar-benar pulih. Bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder, kami terus melakukan koordinasi untuk percepatan penanganan bencana ini,” pungkas Kapolres, Minggu (7/12/2025).