Warisan Malahayati, Aceh Didorong Melahirkan Pemimpin Bahari dari Putra Daerah
Banda Aceh.ZTV - Warisan sejarah Laksamana Malahayati kembali menjadi inspirasi bagi upaya mendorong generasi muda Aceh berkiprah di bidang kemaritiman dan pertahanan negara.
Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh, Dr. Yusri Kasim, menilai Aceh memiliki modal sejarah dan geografis yang kuat untuk melahirkan generasi yang mampu berkontribusi dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Menurut Yusri, posisi Aceh yang berada di kawasan strategis, yakni di pintu masuk Selat Malaka dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, membuat sektor kemaritiman memiliki arti penting bagi daerah tersebut.
Laut bukan sekadar garis batas peta. Ia adalah identitas. Jejak Malahayati mengajarkan bahwa kita lahir dari rahim bangsa yang tidak pernah takut menghadapi ombak maupun kekuatan asing. Semangat itu tidak boleh berhenti di buku sejarah,” ujar Yusri kepada awak media, Jumat (11/9/2026).
Ia mengatakan, sejarah Laksamana Malahayati seharusnya tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi juga dapat dijadikan inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk menekuni bidang kemaritiman, pertahanan, dan pengabdian kepada negara.
Yusri juga mengaitkan semangat tersebut dengan semboyan TNI Angkatan Laut, “Jalesveva Jayamahe”, yang bermakna “di laut kita berjaya”.
Menurut dia, Aceh memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan sumber daya manusia di bidang kemaritiman, mulai dari letak geografis yang strategis hingga tradisi dan budaya bahari yang telah berkembang sejak lama.
“Sejarah Malahayati bukan sekadar untuk dibanggakan, melainkan ditiru. Kini giliran putra-putri Aceh berdiri di geladak kapal, menjaga kedaulatan, dan membuktikan bahwa semangat pelaut tangguh masih ada di bumi ini,” katanya.
Yusri berharap ke depan semakin banyak putra-putri Aceh yang meniti karier di TNI Angkatan Laut hingga menduduki posisi strategis dalam institusi tersebut.
Ia menekankan, pencapaian tersebut tidak semestinya hanya dikaitkan dengan identitas daerah, tetapi harus dibangun melalui kompetensi, kedisiplinan, integritas, pendidikan, dan prestasi.
“Itu bukan mimpi. Itu adalah tujuan yang harus diperjuangkan oleh keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Kita siapkan kader terbaik, berikan kesempatan, dan dukung sepenuh hati,” ujar Yusri, yang juga menjabat Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pertahanan dan Keamanan.
Yusri berharap ke depan semakin banyak putra-putri Aceh yang meniti karier di TNI Angkatan Laut hingga menduduki posisi strategis dalam institusi tersebut.
Ia menekankan, pencapaian tersebut tidak semestinya hanya dikaitkan dengan identitas daerah, tetapi harus dibangun melalui kompetensi, kedisiplinan, integritas, pendidikan, dan prestasi.
“Itu bukan mimpi. Itu adalah tujuan yang harus diperjuangkan oleh keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Kita siapkan kader terbaik, berikan kesempatan, dan dukung sepenuh hati,” ujar Yusri, yang juga menjabat Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pertahanan dan Keamanan.